Sendu, rasanya saat nonton pertunjukkan teater. seperti mengorek kenangan lama yang dikubur didalam ingatannya membusuk bersama kenangan lain yang sengaja dilupakan. Pertunjukkan Teater yang begitu dahsyat dan bergairah. Dulu dunia teater itu sangat dicintai dan diimpikan. tapi seperti mimpinya yang lain. dunia itu hanya ada dalam mimpinya. setiap kali ia bercermin, ia bertanya kedalam dirinya sendiri apa yang benar-benar ia yakini sebagai keinginannya. bukan keinginan orang disekitarnya, bukan keinginan orangtuanya. tetapi apa yang ia yakini tidak benar-benar ia yakini. dia terlalu pengecut. dan mimpinya membusuk bersama luka dan kenangan lainnya, menunggu untuk hancur. dulu IKJ itu begitu didamba dan dipuja, lalu sesaat tersadar "kamu mau jadi apa?" kesenian itu cukup jadi hobi saja,tetapi jangan dijadikan pekerjaan. doktrin demi doktrin ia dengar, dan itu membuat dia yakin,membuat kepercayaannya hilang. dan apa yang dia perlihatkan sesungguhnya hanyalah ...